
Kita adalah saudara dan kita adalah generasi Toga Marbun
Mari kita bersama untuk tetap mejaga keutuhan dan kesatuan keturunan Toga Marbun.
Dengan hati yang berbicara,untuk menyatukan dan mempererat tali persaudaraan di antara kita Generasi Toga Marbun.
Sebagai respon dan keinginan untuk membangun dan membangkitkan generasi Toga Marbun kita merasa memiliki tanggung jawab bersama dalam mengwujudkan itu dan membuktikan kepada dunia bahwa kita ada dan bersatu karena kita pomparan Toga Marbun mempunyai potensi untuk itu.
Maka, kita generasi Toga Marbun yang terbeban dan memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun dan membangkitkan genersai ini akan kembali mengadakan pertemuan di bulan September ini dengan tema
"One heart,One soul and One destination"
Diselenggarankan pada :
Hari dan tanggal : Sabtu, 05,September 2009
Tempat : Fakultas Ekonomi, UKI cawang.Jakarta Timur
Pukul : 15.00 - 18.00 WIB
Dress Code : Casual
Untuk Informasi
Aman Lumban Gaol _081314815304
Christian Banjar Nahor_081384567808
Mega Margaretha _085697292025
Shanty Lumban Gaol_081380510375
Rola Lumban Batu_081213336788
Kami sangat mengharapkan kehadiranmu saudara/iku
SATU menitpun sangat berarti buat kami kehadiranmu saudaraku






TAROMBO NAIPOSPOS MARBUN
BalasHapusNaipospos adalah salah satu marga (nama keluarga) dalam suku bangsa Batak yang merupakan keturunan dari Raja Naipospos.
Raja Naipospos sendiri memiliki 5 putera yang menurunkan 7 (tujuh) marga. Hal tersebut menyebabkan keturunan Raja Naipospos disebut sebagai Naipospos silima saama pitu marga (Naipospos si lima satu bapak tujuh marga)
Martuasame adalah gelar dari Raja Naipospos.
Raja Naipospos mempunyai 2 (dua) orang isteri yang merupakan kakak-beradik (marpariban) boru Pasaribu.
Raja Naipospos memiliki dua isteri karena ia tidak sabar menunggu keturunan dari isteri I (pertama) boru Pasaribu. Sehingga secara diam-diam ia mengambil isteri II (kedua) yang adalah adik kandung satu bapak dari isteri I (pertama). Tanpa diduga isteri I (pertama) dan II (kedua) sama-sama mengandung.
Isteri pertama lebih dahulu melahirkan putera bagi Raja Naipospos yang kemudian diberi nama Donda Hopol.
Kemudian isteri kedua pun melahirkan putera bagi Raja Naipospos dan diberi nama Marbun.
Isteri pertama kembali melahirkan 3 (tiga) orang putera lagi bagi Raja Naipospos, yaitu: Donda Ujung, Ujung Tinumpak, Jamita Mangaraja.
Putera dari isteri II (kedua) hanyalah Marbun dan dianggap sebagai putera bungsu karena dalam silsilah Batak bahwa keturunan dari isteri yang memberi putera sulung bagi suaminya akan dianggap lebih sulung dan ditulis lebih dahulu kemudian diikuti keturunan isteri lainnya.
Jadi, putera Raja Naipospos adalah sebanyak 5 (lima) orang, yaitu:
1. Donda Hopol, yang merupakan cikal-bakal marga Sibagariang.
2. Donda Ujung, yang merupakan cikal-bakal marga Hutauruk
3. Ujung Tinumpak, yang merupakan cikal-bakal marga Simanungkalit
4. Jamita Mangaraja, yang merupakan cikal-bakal marga Situmeang
5. Marbun, yang merupakan cikal-bakal marga Marbun Lumban Batu, Marbun Banjar Nahor, Marbun Lumban Gaol
Dolok Imun, tepatnya dekat Desa Hutaraja, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara sekarang merupakan daerah perkampungan yang pertama kali dibuka oleh Raja Naipospos.
Dolok Imun sebagai tempat lahir dan dibesarkannya putera-puteri Raja Naipospos dan dari tempat tersebutlah keturunan Raja Naipospos tersebar atau merantau ke daerah lain.
Rujukan:
http://www.naipospos.net/?p=63
http://id.wikipedia.org/wiki/Naipospos